Jessica Santamaria
¿QUE PREFIERES? - VERSIÓN VIOLETTA | Jessica Santamaria ft. Patrie LaFan
carmen almeida
Handmade book by Naz Rahbar. This book was created to house mini etchings by Nilou Afshar. The prints can be arranged differently, creating different stories. 2010
Brittany from Boston
Here are 9 reasons why Estonia should be your next travel destination.
silke schwarz
Hallo Ihr Lieben, unser Sohn baut, bastelt und werkt sehr gerne. Heute habe ich ein kleines DIY für Euch, was recht schnell gemacht ist und bei ihm sehr gut ank
Thamer Houran
#faikkivanc #canonturk #instagood #suretialem  #turkey #Türkiye #sapanca #instasakarya #ig_sakarya #igsakarya #sakarya #landscape #anadolugram #ig_eurasia #hayatinrenkleri  #photographers_tr #ig_turkey #hayat #ig_kadraj #fotografsayfasi #trtbelgesel #TRTAvaz #natgeo  #natgeoturkey #aniyakala #ig_fotografdiyari #turkeyphotooftheday #efsad #igtroya_ #sunset
michael ingram
Ya can't stop a dodge
Sarah Laing
DIY patchwork american flag inspired by Sara Rahbar
Melih
#melihdiskayaphotography #gunun_karesi #uzunpozlama #blue #longexposure #objektifimdenyansiyanlar #objektifinden #istanbul #istanbuldayasam #art #night #nightphotograpy #all_shots #durdurzamani #aniyakala #ig_fotografdiyari #ig_heryerde #fotografdukkanim #fotografdiyari #trtavaz #trtbelgesel #bozukkadraj #like #like4follow #like4like #likeforlikeback
Nicole Hughes
50's pinup look. Hair, lips, eyes Notsolittle Nikki photography
Ifanudin Al-Faiz
Syiahisasi dan Stigma Wahabi Oleh: Ilham Kadir BEBERAPA waktu lalu tepatnya pada tanggal 8 Oktober 2016 telah diadakan pertemuan dan diskusi antara anggota civitas akademika yang berpaham beraliran dan penyebar ajaran Syiah. Acara tersebut dihadiri tokoh Syiah Dr. Haidar Bagir sebagai narasumber berlangsung di Auditorium Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadra Jl. Lebak Bulus-II No. 2 Cilandak Jakarta Selatan. Ada juga pertemuan lain di tempat berbeda bersama Ayatullah Qumi Wakil Rahbar dalam urusan Luar Negeri dan juga Ayatullah Majid Hakimullahi Kandidat Direktur ICC Jakarta. Dalam dua pertemuan di atas yang menarik adalah pertemuan yang berlangsung di STFI Sadra diisi oleh Haidar Bagir dan kawan-kawan. Menarik karena berhasil menemukan sebuah teori Syiahisasi Indonesia atau metode dan rumus-rumus jitu dalam melakukan penyebaran ajaran sesat Syiah di tanah air. Mereka telah melakukan kajian penelitian dan pengamatan terhadap ummat Islam Indonesia dan kesimpulannya adalah segenap kaum muslimin yang berada di bumi Indonesia secara umum terbagi menjadi tiga bagian yaitu: 1) Wahhabi; 2) Jahhali; dan 3) Oportunis. Untuk mengetahui lebih dalam mari kita cerna ketiga golongan di atas. Pertama. Bagi penganut Syiah yang dimaksud dengan golongan Wahhabi adalah seluruh ummat Islam Indonesia yang tidak sejalan dan searah tujuan dengan ajaran mereka. Dalam konteks ini Wahhabi tidak lagi diidentikkan dengan golongan Wahhabiyah atau Wahhabiyun yang merujuk kepada paham atau ajaran dakwah yang dipelopori oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab al-Tamimi al-Najdi. Artinya Wahhabi dalam pandangan Syiah jauh lebih luas ketimbang Wahhabi yang selama ini dikenal luas oleh masyarakat musilm Nusantara yang mayoritas merujuk kepada tata cara beribadah ummat Islam di Saudi Arabia dan biasanya didakwahkan oleh alumni-alumni Timur Tengah aliran ini umumnya merujuk kepada mazhab fikih Imam Ahmad Bin Hanbal yang dikenal dengan Mazhab Hanbali. Hakikatnya teori syiahisasi dengan menggunakan istilah Wahhabi adalah untuk menyatukan aliran gelombang penolakan terhadap mereka yang anti Syiah. Sebab menurut mereka hanya golongan Wahhabi yang benar-benar memahami ajaran agamanya dengan baik dan benar sehingga sangat sulit dan bahkan mustahil untuk disyiahkan. Ajaran dimaksud adalah akidah yang benar dan diridhai Allah Ahlussunnah wal Jamaah. Teori Wahhabi juga sangat efisien menurut Syiah sebab adanya pemetaan dan klasifikasi pengikut Ahlussunnah di Indonesia akan memudahkan kerja-kerja sistematis mereka untuk mengobarkan propaganda sekaligus sebagai efisiensi dakwah. Dengan propaganda Wahhabi sehingga semua pengikut mazhab Syafiiyah sebagai anutan mayoritas masyarakat muslim Indonesia menjadi anti Wahhabi dan berbalik mendukung Syiah. Efisien sebab bagi mereka golonga Wahhabi tidak ada gunanya diajak masuk Syiah dengan alasan apa pun golongan ini akan terus menolak Syiah dan atau bahkan mengobarkan perlawanan terhadap Syiah dan tidak segan-segan menggadaikan nyawa demi untuk membela kebenaran yang mereka yakini. Karena itu mendakwahi para Wahhabi hanya akan menyia-nyiakan waktu menghabiskan tenaga buang-buang materi dan sangat tidak bermanfaat bahkan sama saja bunuh diri. Teori Wahhabi merupakan pukulan telak bagi mereka yang selama ini yang masih berada dalam pagar Ahlussunnah wal Jamaah namun begitu getol menyerang Wahhabi sambil bersikap lunak terhadap Syiah atau bahkan mendukung pergerakan mereka. Umumnya perkataan dan pernyataan golongan ini kerap menghasilkan simpati. Seperti Wahhabi itu perusak persatuan dan kesatuan mrongrong NKRI atau perkataan orang yang mempermasalahkan Syiah dan Sunni adalah mereka yang terlahir belakangan juga pernyataan Syiah dan Sunni itu satu tujuan hanya beda kendaraan atau seperti ini Saya bukan Sunni bukan pula Syiah tapi Islam dan semisalnya. Kedua. Teori Jahhali jika ditilik dari sudut bahasa tampak bahwa istilah itu berasal dari bahasa Arab yaitu jahil yang berarti lawan dari ilmu alias tidak mengetahui. Jahil adalah sebuah derajat yang paling terendah dalam hirarki keilmuan. Antara jahil dan berilmu terdapat kondisi yang disebut al-syak al-wahm dan al-zhan. Intinya kata jahil adalah tidak mengetahui atau adamul bisy-syai. Namun teori Jahhali bagi Syiah lebih umum dibanding jahil menurut pengertian bahasa dan istilah pada umumnya. Sebab Jahhali di sini adalah golongan ulama intelektual kaum terpelajar cerdik-pandai politikus tokoh masyarakat hingga aktivis kampus yang tidak mengetahui secara mendalam terhadap ajaran Islam khususnya akidah Ahlussunnah wal Jamaah sehingga dengan mudah mereka disyiahkan. Selain itu para Jahhali adalah golongan kelas menengah ke atas dalam hirarki keilmuan dan memiliki pengaruh yang besar di tengah masyarakat dengan menyeret mereka masuk dalam pagar Syiah akan mempermudah penetrasi dan penyebaran aliran sesat itu di tengah masyarakat muslim Ahlussunnah wal Jamaah. Karena itu para civitas akademika yang hadir dalam pertemuan di atas adalah berasal dari para Jahhali. Dan amat disayangkan karena mereka berasal dari para dosen yang mengajar di kampus-kampus ternama termasuk para Jahhali yang mewakili kampus-kampus ternama Makassar. Hakikatnya teori Jahhali ini melecehkan para ulama dan golongan berilmu namun gagal paham terhadap ajaran agamanya sehingga dengan mudah diperalat oleh penganut Syiah. Umumnya agen Syiah ini menyamar sebagai agen pemersatu ummat di sana-sini menekankan pentingnya persatuan mereduksi perbedaan sehingga yang tampak hanyalah persamaan. Muncullah istilah-istilah pokoknya Islam tidak pandang Syiah atau Sunni. Ketika para Jahhali tidak lagi mempersoalkan sekat antara Syiah dengan Ahlussunnah maka dengan sendirinya mereka telah mendukung penyebaran Syiah. Yang terjadi masuklah para Ayatullah ke masjid-masjid milik Ahlussunnah tak terkecuali Masjid Istiqlal di Jakarta dan Masjid Raya di Makassar. Berkat kerja-kerja sistematis agen Syiah yang menjahili para Jahhali dari golongan politisi dan ulama su sehingga Ayatullah berjubah bersurban berturban itu leluasa menyebarkan kesesatan di tengah masyarakat Ahlussunnah. Bahan jualannya itu-itu saja dari Maroko hingga Merauke yaitu taqrib baen al-madzahib menyatukan dan mempererat antarmazhab mereka ini ngotot untuk dimasukkan sebagai salah satu mazhab fikih padahal yang berbeda bukan hanya sekadar fikih tapi akidah yang disebut ushul. Jika akidah berbeda maka itu bukan mazhab akan tetapi sempalan alias menyempal dari rel yang benar. Jika dianalogikan dengan kereta api maka rel yang benar adalah hanya milik Ahlussunnah wal Jamaah sedangkan milik Syiah berada pada rel yang salah sehingga tujuan akhir dalam beragama yaitu untuk meraih ridha dan surga Allah tidak akan pernah tercapai bahkan mereka hanya akan mendapatkan murka dan neraka. Ketiga. Oportunis golongan ini dipecah menjadi dua bagian. Oportunis intelek dan opurtunis fuqara-masakin. Yang pertama adalah golongan yang tidak mau peduli tentang agamanya apakah Syiah atau Ahlussunnah di mana pun jika menguntungkan akan ia dukung dan ikuti. Jika harus menjadi Syiah namun di sana akan mendapatkan materi dan kesejahteraan duniawi maka ia pun akan menjadi Syiah tapi jika harus menjadi Wahhabi lalu mendapat materi yang setimpal dengan senang hati pun ia akan menjadi Wahhabi. Inilah yang kerap disentil oleh KH. Bachtiar Natsir sebagai intelek dan ulama yang imannya hanya setipis uang kertas. Oportunis kedua adalah mereka yang berasal dari golongan fuqara dan masakin atawa fakir miskin yang juga imannya lebih tipis dari uang kertas. Pokoknya siapa pun yang dapat menyediakan makan dan fasilitas pada hari itu maka ia akan dukung dan bela hingga tetesan darah penghabisan. Teori Oportunis bagi Syiah laksana mengukir di atas air tidak akan mendatangkan manfaat bagi penyebaran paham Syiah. Teori Maling Albert Einstein (1879-1955) pernah menyatakan bahwa seluruh manusia dilahirkan dengan jenius hanya saja jika ukurannya ikan harus bisa memanjat maka tidak akan pernah ada yang jenius. Maka para pencuri pun orang jenius dan bekerja dengan teori-teori yang mereka ciptakan. Memang ada saja yang gagal tapi itu terjadi di luar kebiasaan umum dan prediksi. Pendapat yang mengatakan orang bodoh yang malas akan jadi pencuri dan orang pintar yang malas akan menjadi perampok tidak sepenuhnya benar sebab para pencuri adalah manusia yang berbuat setelah melakukan kalkulasi untung-rugi dengan matang. Pencuri dimaksud adalah sama dengan sebutan maling. Dalam dunia permalingan juga memiliki teori yang diadopsi oleh kaum Syiah yang memang mereka ini adalah para maling akidah. Teori maling tersebut adalah: Pertama. Kaya dan aman atau golongan kaya yang hidupnya penuh dengan pengamanan. Mereka ini tidak segan-segan menggelontorkan 10 persen penghasilannya untuk menyewa pengaman mulai dari anjing galak CCTV alarm Satpan hingga Polisi dan Kopassus. Mengincar harta mereka sama saja dengan bunuh diri dan akan mengakibatkan mati konyol. Kedua. Kaya tanpa Pengaman atau golongan kelas menengah ke atas alias kaya namun tidak memiliki pengaman seperti teori pertama. Biasanya golongan ini menyatu dengan masyarakat sekitar dan berpikiran konvensional seperti daripada harus membayar ongkos sekuriti yang mahal lebih baik duit itu disedekahkan atau dipakai bayar zakat dan infak. Atau mereka kaya tapi bakhil sehingga tidak terpikir untuk membeli dan menyewa pangaman golongan ini sangat mudah dan berpotensi disatroni maling. Ketiga. Fakir-miskin atau golongan yang tidak ada manfaatnya bagi pencuri sebab tidak ada yang bisa dicuri. Rumah terbuka 24 jam sekalipun tidak mengundang para pencuri untuk masuk ke dalam karena itu hanya mendatangkan kesia-siaan bahkan membahayakan dirinya. Karena itu Syiah hanya akan berusaha mati-matian menyebarkan paham sesatnya kepada para Jahhali sebagaimana para maling yang mengincar golongan kaya yang teledor tanpa pengaman. Dan isu-isu Wahhabi yang selama ini dipakai Syiah untuk menyerang para Ahlusunnah hakikatnya adalah sebuah drama sengkuni yang menggunakan tangan Ahlussunnah untuk menempeleng Ahlussunnah lainnya lalu penganut Syiah tertawa sambil bersorak. Terkuaknya teori maling dalam syiahisasi Indonesia seharusnya menjadikan para pengikut Ahlussunnah baik secara personal atau kolektif dan dari organisasi mana pun untuk solid bersatu membendung dan melawan penyebaran Syiah di bumi Ahlussunnah. Sebab jika aliran sesat ini terus melaju hanya akan melahirkan konflik horizontal yang menguras tenaga dan merugikan keutuhan bangsa Indonesia. Wallahu Alam! Peneliti MIUMI Pusat; Kandidat Doktor Pendidikan Islam UIKA Bogor (hidayatullah) from Syiah Indonesia http://www.syiahindonesia.com/2017/01/syiahisasi-dan-stigma-wahabi.html via IFTTT
Dream
Tune in this upcoming Wednesday March 25th as your host Jackie, sits with well known author & entrepreneur Mike Dean, as he discusses his stunning memoir, "What if I had a father" which discusses the issue of fatherlessness in America. This is a show you do not want to miss, so make sure you tune in Wednesday at 6 PM!! #ihaveadreamtoo #jacquek #talkshow #mikedean #dreambig #dreamoften #peace #love #unity #respect #empower
Carrie Sasnett
Sara Rahbar was born in Tehran, Iran in 1976 and lives and works out of New York. Her work ranges from photography to sculpture to installation, always stemming from her personal experiences and are emotionally autobiographical. The first body of work to generate international recognition was the flag series (2005-2011).
L. Á. Cardoza Rojas
Migration in process! #canon70d #discovery #trtbelgesel #atlasdergisi #natgeo #natgeoturkiye #natgeotravel #earthfocusa #heron #fauna #destin #destinfl #florida #fl #brazil #your_best_birds #allmightybirds #kings_birds #birding #birdwatchers #nofilter #planet_birds #brwildanimals #naturehub #thetweetsuites #pocket_birds #show_us_nature #birding_lounge #eye_spy_bird #bird_brilliance
Jessica Pagliuca Music
Early bird gets the snuggles Mommy and daddy were enjoying a lazy Sunday, and I wanted in on that #lazysunday #puppysnuggles #sleepingin #onthebed #samoyed #samoyedpuppy #puppy #puppies #dogsofinstagram #doglover #dog #dogs #smilingdog #instapets #instadogs #summerhillsamoyed #teamsamoyed #whitedog #samojed #petsofinstagram #ilovemydog #instapuppies #instasamoyed #instapup #vancitydogs #petsgram #dogoftheday #samoyedofinstagram #samoyedsofinstagram #petstagram #Repin @samoyedrocky
Erdinç Altun
Gölyazı, Nisan 2010 #gölyazı #bursa #nilüfer #apolyont #photooftheday #nikonphotography #erdinçaltun #lake #landscape #objektifimden #benimfotografim #kadrajturkiye #kadrajimdan #benimkarem #aniyakala #hayatakarken #fotografheryerde #ig_turkey #trtbelgesel #allshotsturkey #gününkaresi #turkishfollowers #turkinstagram #igersturkey #türkiye #instamood #turkiyeshutter #fotozamani #bursafotografcilik
ali ahmar
Image result for sara rahbar
Krystal Lily Davis
#snuggletime #myfavoritetime #mybaby #notsolittle #Hank #sweetheart #mamasboy #pitbull #dontshopadopt #rescue #pawesomepitbulls #pitbulladvocate #pitbullsofinstagram #pitbulllove #pitstop #thursday #805 #red #nose #bullylove #loveabull #whatloveis #lifesbetterwithapitbull #stopbsl } Photo : http://ift.tt/1Sa8n40
raja hxm
I make a snowman MOUSE #by vadim trunov on 500px.com
Kapeesh Gaur
Paida koee rahi, koee rahbar naheeN hota be husn-e-amal koee bhee rahbar naheeN hota un khana-badashon ka wataN sara jahaN hai jin khana-badoshon ka koee ghar naheeN hota -Anwar Jalalpuri
Caroline Monahan
Not-So-Little Black Dress
saina azahar
خبرگزاری شبستان - Belasungkawa Rahbar atas Kesyahidan Peziarah Iraq
Bogdana Smoleniuk
🌿👧🌿 . #artfido #art_collective #artofdrawingg #arts_gallery #drawingoftheday #vm_art #gif #animation #рисунок #art_we_inspire #art #illustration #sketch #drawingoftheday #artwork #drawings #instaart #artoftheday #painting #drawingaday #instadrawing #dessin #illustrationoftheday #instadraw #instagood #myart #creative #artofdrawingg #artstagram
ZOOSHOO
ZooShoo Not-So-Little Dress | ZOOSHOO
Aarin's Handmade
Happy Sunday!! Love to draw?? Visit our Etsy store to look for sketchbooks.. shop link on the profile page!! #sketchbookproject #sketchbookpro #sketchbooks #sketchbook #drawingoftheday #drawing #drawings #drawingart #zentangle #zentangleart #draw #doodling #doodling #drawingaday #supportsmallbusiness #buylocal #handmadeisbetter #handdrawn #etsyseller #etsyshop #handmade #skeleton #skulls #skull #creativepreneur #handdrawing #aarinshandmade #staycreative
Stephanie Kotkin
NotSoLittle WookSQUEE by skotkincreations on Etsy, $40.00
Tekaylor Graham
and thats after 10 hours kip, i'm still rough from listening to the neighbours on Friday
Alicyn Zuver
sassy captions for instagram - Sök på Google
Zeppy.io
New asos metallic #belted #plunge halter swimsuit in #black towie celebrity holid, View more on the LINK: http://www.zeppy.io/product/gb/2/282291097752/
Teacher Peach
"My Very Awesome Not-So-Little Black Bag!"
loading